PMI Membangun Harapan: Dari Tenda ke Sekolah Darurat
11/12/2025
Ketika bencana alam melanda, kerusakan yang ditimbulkan seringkali melumpuhkan fungsi-fungsi vital masyarakat, termasuk pendidikan. Bagi anak-anak di zona bencana, kehilangan akses ke sekolah tidak hanya menghentikan proses belajar mereka, tetapi juga memperburuk trauma psikologis yang dialami. Palang Merah Indonesia (PMI) memahami bahwa pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis. Oleh karena itu, PMI tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat, tetapi melanjutkan dengan fase rehabilitasi dan pembangunan. Artikel ini akan membahas peran krusial dalam PMI Membangun Harapan: Dari Tenda ke Sekolah Darurat, yang menjadi simbol komitmen organisasi terhadap masa depan generasi muda. Transisi dari tenda pengungsian yang suram menuju ruang belajar yang fungsional adalah langkah fundamental menuju normalisasi kehidupan.
PMI Membangun Harapan: Dari Tenda ke Sekolah Darurat merupakan bagian dari program Pemulihan Dini (Early Recovery) yang berfokus pada pengembalian layanan dasar masyarakat. Dalam banyak kasus bencana, seperti gempa yang menghancurkan infrastruktur di Kabupaten Lombok Utara, NTB, pada Agustus 2018, ribuan bangunan sekolah rusak total. Respons PMI adalah dengan mendirikan Sekolah Darurat atau Sekolah Sementara. Sekolah darurat ini umumnya berupa tenda modifikasi atau bangunan semi-permanen yang didirikan di area pengungsian. Proses pendirian Sekolah Darurat ini dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Pendidikan PMI, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara pada Hari Senin hingga Jumat setiap minggunya.
Tujuan utama Sekolah Darurat bukan hanya melanjutkan kurikulum, tetapi juga menyediakan lingkungan yang aman dan terstruktur bagi anak-anak. Struktur dan rutinitas sekolah membantu meredakan kecemasan dan memberikan rasa normalitas yang sangat dibutuhkan setelah trauma. Menurut Koordinator Program Pendidikan PMI Cabang NTB, Ibu Siti Khadijah, tercatat lebih dari 2.500 siswa dari berbagai tingkatan di 15 desa terdampak telah menerima manfaat dari Sekolah Darurat yang didirikan PMI. Fasilitas ini dilengkapi dengan meja, kursi, papan tulis, serta paket alat tulis yang disumbangkan oleh mitra PMI.
Selain sarana fisik, PMI juga menyediakan Dukungan Psikososial terintegrasi di sekolah darurat. Relawan DukPsos (Dukungan Psikososial) PMI yang telah terlatih, bekerja sama dengan guru-guru lokal, untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar yang bersifat terapeutik dan rekreatif. Program ini bertujuan membantu anak-anak memproses emosi mereka melalui seni dan permainan, sambil tetap melanjutkan proses belajar. Pembangunan Sekolah Darurat ini, yang secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah pada tanggal 15 April 2019 untuk dikelola lebih lanjut, membuktikan bahwa PMI Membangun Harapan: Dari Tenda ke Sekolah Darurat adalah investasi jangka panjang dalam pemulihan komunitas.
