Peralatan Canggih di Tengah Puing: Penggunaan Drone dan Aplikasi Pemetaan Digital oleh PMI dalam Pencarian Korban

Di era modern, respons bencana tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manusia dan naluri. Palang Merah Indonesia (PMI) kini semakin mengintegrasikan teknologi canggih, seperti drone dan Aplikasi Pemetaan Digital, untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pencarian dan penyelamatan korban. Setelah bencana berskala besar, aksesibilitas dan visibilitas di area terdampak seringkali nol. Oleh karena itu, Aplikasi Pemetaan Digital yang terintegrasi dengan data real-time dari drone menjadi tool vital yang memungkinkan Tim Respon Cepat (TRC) PMI untuk memetakan zona merah dan menyusun strategi evakuasi dengan lebih cerdas dan aman. Aplikasi Pemetaan Digital merupakan tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.


Drone Sebagai Mata Udara dan Penilaian Cepat

Penggunaan drone telah merevolusi fase Rapid Assessment (Penilaian Cepat) yang dilakukan PMI dalam 24 jam pertama pasca bencana. Drone berukuran kecil hingga sedang, yang dioperasikan oleh Unit Khusus Teknologi PMI, dapat diterbangkan di atas area yang terlalu berbahaya untuk dijangkau manusia, seperti lereng yang longsor atau struktur bangunan yang runtuh.

Data yang dikumpulkan oleh drone mencakup:

  1. Citra Resolusi Tinggi: Foto dan video yang sangat detail digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan dan infrastruktur.
  2. Pemetaan 3D: Drone dapat menghasilkan model tiga dimensi dari reruntuhan, membantu tim SAR (Search and Rescue) menentukan titik masuk dan risiko struktural.
  3. Deteksi Suhu (Thermal Imaging): Dalam skenario pencarian korban yang terkubur, drone yang dilengkapi kamera termal (panas) dapat membantu mendeteksi anomali suhu yang mungkin mengindikasikan keberadaan korban yang terperangkap.

Dalam respons Tsunami dan Likuifaksi di Palu dan Donggala pada 2018, drone PMI memainkan peran kunci dalam memetakan area likuifaksi di Kelurahan Petobo, membantu tim SAR mengarahkan fokus pencarian tanpa harus mengambil risiko di lumpur yang tidak stabil.


Peran Kunci Aplikasi Pemetaan Digital

Data yang dikumpulkan dari drone akan tidak berguna tanpa platform untuk memproses, menganalisis, dan membagikannya. Di sinilah Aplikasi Pemetaan Digital berperan. PMI menggunakan platform Geographic Information System (GIS) dan aplikasi berbasis cloud yang memungkinkan relawan, bahkan yang berada di Posko Koordinasi Lapangan (misalnya, di markas Kodim Setempat), untuk mengakses data yang sama secara real-time.

Aplikasi Pemetaan Digital ini memungkinkan:

  • Zona Prioritas: Menandai area yang paling membutuhkan bantuan (Zona Merah) dan area yang paling aman untuk mendirikan pengungsian (Zona Hijau) secara visual pada peta digital.
  • Pelacakan Aset: Memplot lokasi Dapur Umum Bergerak, Posko Kesehatan, dan gudang logistik PMI, memastikan alokasi sumber daya yang efisien.
  • Perencanaan Rute: Membantu tim logistik menemukan rute tercepat dan paling aman untuk Menembus Isolasi, menghindari jalan yang rusak parah berdasarkan data dari drone.

Pada Mei 2024, Kepala Divisi Teknologi Informasi PMI Pusat melaporkan bahwa penggunaan Aplikasi Pemetaan Digital berhasil memangkas waktu Rapid Assessment dari rata-rata 12 jam menjadi hanya 4 jam di area yang memiliki cakupan jaringan internet memadai. Integrasi teknologi ini memastikan bahwa keputusan yang dibuat di lapangan oleh Tim Respon Cepat PMI didasarkan pada informasi yang paling akurat dan terkini, yang merupakan kunci untuk memaksimalkan keselamatan korban di tengah puing-puing.

×