Lebih dari Sekadar Fisik: Dukungan Psikososial PMI untuk Memulihkan Trauma
08/08/2025
Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik dan kerugian materi, tetapi juga menyisakan trauma mendalam yang sering kali sulit terlihat. Palang Merah Indonesia (PMI) memahami bahwa pemulihan sejati tidak akan lengkap tanpa menyentuh aspek emosional dan mental. Oleh karena itu, PMI memiliki dukungan psikososial yang terintegrasi, dirancang khusus untuk membantu korban bencana mengatasi trauma, mengelola kecemasan, dan mengembalikan semangat hidup mereka. Dukungan psikososial ini menjadi jembatan harapan yang membantu para penyintas untuk kembali tersenyum, berinteraksi, dan membangun kembali kehidupan mereka. Dengan pendekatan humanis, PMI memastikan bahwa setiap individu yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan untuk memulihkan luka batin mereka.
Pada Jumat, 12 September 2025, sebuah tim dari PMI Provinsi Lampung mendatangi posko pengungsian di Desa Way Laga, Kabupaten Lampung Selatan, yang menjadi lokasi penampungan korban erupsi Gunung Anak Krakatau. Tim yang terdiri dari relawan terlatih, psikolog, dan guru-guru relawan ini membawa serta berbagai alat permainan edukatif dan perlengkapan menggambar. Koordinator dukungan psikososial PMI Lampung, Ibu Ayu Lestari, M.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada anak-anak. “Melalui terapi bermain dan menggambar, kami membantu anak-anak untuk mengekspresikan ketakutan dan kesedihan mereka. Kami ingin mereka merasa aman dan bahagia, meskipun berada di pengungsian,” ujar Ibu Ayu. Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua mereka, yang merasa lega melihat anak-anak mereka kembali ceria.
Selain fokus pada anak-anak, dukungan psikososial PMI juga menjangkau orang dewasa. Sesi konseling kelompok rutin diadakan untuk memberikan ruang bagi para korban untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Dalam sesi ini, relawan PMI berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana aman dan nyaman. Mereka tidak memberikan nasihat, melainkan mendengarkan dengan penuh empati dan memberikan motivasi untuk bangkit. Tim dari Kepolisian setempat, Aiptu Rio Pratama, juga turut hadir memberikan sosialisasi singkat tentang pentingnya menjaga keamanan diri dan keluarga selama berada di pengungsian. Seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa PMI berupaya memberikan bantuan yang holistik.
Terkadang, trauma yang dialami korban bencana sangat parah dan memerlukan penanganan profesional. Untuk kasus-kasus tersebut, PMI berkolaborasi dengan lembaga psikologi dan rumah sakit untuk memberikan rujukan dan pendampingan lebih lanjut. PMI juga memiliki program pascapengungsian, di mana relawan secara berkala mengunjungi keluarga-keluarga yang sudah kembali ke rumah mereka untuk memastikan kondisi mental mereka tetap stabil. Ini adalah wujud nyata dari komitmen jangka panjang PMI. Pada akhirnya, upaya-upaya ini tidak hanya tentang memulihkan senyum, tetapi juga tentang membangun kembali kekuatan mental dan emosional masyarakat, yang merupakan fondasi terpenting untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.
