Kampung Haji BPKH: Solusi Permanen Bagi Korban Bencana Alam
01/06/2025
Bencana alam kerap kali meninggalkan duka mendalam dan kehancuran, termasuk hilangnya tempat tinggal bagi para penyintas. Dalam upaya memberikan solusi permanen, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan program Kampung Haji BPKH. Inisiatif ini tidak hanya sekadar membangun hunian sementara, tetapi juga menciptakan komunitas baru yang berdaya bagi mereka yang terdampak.
Kampung Haji BPKH adalah wujud nyata dari peran kemaslahatan dana haji, yang tidak hanya terbatas pada pelayanan haji, tetapi juga mencakup program sosial kemanusiaan. Dana yang digunakan untuk pembangunan kampung ini berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari setoran awal calon jamaah haji, sehingga aman dan sesuai syariat.
Salah satu contoh sukses Kampung Haji BPKH adalah di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah bencana tanah bergerak pada tahun 2019 yang menghancurkan rumah-rumah warga di Kampung Gunungbatu, ratusan kepala keluarga terpaksa tinggal di hunian sementara selama bertahun-tahun. Kini, mereka mendapatkan hunian layak dan permanen di kampung baru ini.
Pembangunan Kampung Haji BPKH dirancang tidak hanya menyediakan rumah tinggal, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Di Sukabumi, misalnya, kampung ini dilengkapi dengan masjid, taman, miniatur Ka’bah sebagai sarana edukasi, serta pengelolaan sumber air bersih. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang holistik dan nyaman.
Konsep Kampung Haji juga telah diterapkan di wilayah lain yang terdampak bencana, seperti di Sulawesi Tengah. Di sana, BPKH membangun kampung serupa di Desa Sibalaya Utara, Kabupaten Sigi, dan Desa Lero, Kabupaten Donggala, untuk para penyintas gempa dan tsunami. Total ratusan kepala keluarga telah merasakan manfaatnya.
Manfaat utama dari program ini adalah memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman bagi korban bencana. Setelah melewati masa-masa sulit di pengungsian atau hunian sementara, memiliki rumah permanen adalah langkah krusial dalam proses pemulihan psikologis dan ekonomi mereka. Ini memberikan harapan baru.
Selain itu, Kampung Haji BPKH juga diharapkan menjadi pusat aktivitas komunitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Dengan adanya fasilitas ibadah dan ruang publik, masyarakat dapat berinteraksi, membangun solidaritas, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian penyintas.
